PENDIDIKAN DI AMERIKA SERIKAT

A. Latar  belakang

Negara Amerika Serikat merupakan penduduk nomor tiga terbanyak di dunia yaitu berjumlah kira-kira 275 juta jiwa dan terdiri dari 50 negara bagian. Luas wilayahnya kurang lebih 9,5 juta km persegi.

Bangsa Amerika terdiri dari bangsa-bangsa emigran dari berbagai kawasan dunia, terutama dari kawasan Eropa sebagai bagian dominannya. Imigrasi tua berasal dari Eropa Utara dan Barat seperti Inggris, Scotlandia, Prancis, Belanda, Jerman dan sebagainya yang kemudian diikuti oleh imigrasi yang muda berasal dari Eropa Selatan dan timur seperti Italia, Rusia, Polandia, Austria, Hongaria dan lain sebagainya. Setiap bangsa membawa kepercayaan, adat istiadat, bahasa dan segi-segi kebudayaannya masing-masing ke Amerika sehingga Amerika menjadi periuk peleburan bagi segala jenis kebudayaan asli dan pendatang dari benua hitam Afrika. Itulah yang membentuk kebudayaan Amerika sekarang.

Karena bagian terbesar warga Amerika berasal dari kaum imigran Eropa, maka sudah tentu tradisi pendidikan yang berkembang di Amerika adalah tradisi pendidikan bangsa-bangsa  Eropa yang berimigrasi tersebut. Di tempat orang-orang Jerman berimigrasi, sekolah-sekolahnya diawasi oleh orang-orang gereja pada pertemuan-pertemuan gereja. Di daerah New Netherland pengawasan dilakukan oleh petugas-petugas gereja dan dibeberapa tempat oleh kelompok orang tertentu. Pengawasan terhadap sekolah-sekolah yang dilakukan oleh pribadi-pribadi melalui pertemuan-pertemuan orang-orang dan petugas gereja yang terus dipertahankan oleh para imigran itu, menjadi sebab timbulnya tanggung jawab atas sekolah-sekolah pada akhirnya dipikul oleh masyarakat setempat.

Karakteristik geografis dan demografis yang telah diuraikan di atas mengakibatkan penduduk Amerika bervariasi. Misalnya Negara bagian Alaska merupakan daerah yang paling luas tetapi memiliki penduduk yang kecil jumlahnya. Sementara Negara  bagian Rhode Island yang memiliki daerah yang kecil luasnya tetapi memiliki penduduk yang besar jumlahnya di Amerika Serikat

Kota-kota besar seperti New York, Washington DC, Chicago, Detroit dan Los Angeles merupakan tempat-tempat terkonsentrasinya para penganggur, orang miskin, orang yang tidak bisa berbahasa inggris dan minoritas diiringi oleh maslah ekonomi social. Masalah kependudukan lain ialah semakin kurangnya orang yang bergerak di bidang pertanian, kira-kira 50% penduduk bekerja sebagai juru tulis sampai pada tenaga-tenaga professor. Jumlah tenaga wanita pun meningkat sementara tingkat pengangguran relatif tinggi.

Pada pemerintahan presiden Ronald Reagon dimulai pengurangan bantuan dana serta campur tangan pemerintah federal terhadap pendidikan dan menyerahkan tanggung jawab ke negara bagian. Selama ini Amerika Serikat telah berhasil menyediakan pendidikan gratis selama 12 tahun dan biaya pendidikan yang relatif murah pada tingkat pendidikan tinggi.

B. Tujuan Pendidikan

Karakteristik utama sistem pendidikan di Amerika Serikat adalah sangat menonjolnya desentralisasi. Pemerintah federal amerika serikat tidak punya mandat untuk mengontrol atau mengadakan pendidikan untuk masyarakat. Adapun ketentuan dan aturan pemerintah federal mengenai kelompok-kelompok minoritas rasial dan orang-orang cacat. Pemerintah juga mendukung penelitian pendidikan. Tetapi Amerika Serikat tidak mempunyai sistem pendidikan yang berpusat. Namun demikian, tidak berarti bahwa pemerintah federal tidak memberikan arah dan pengaruh terhadap masalah pendidikan pemerintah federal juga ikut menghilangkan sistem sekolah yang memisahkan sekolah berdasarkan ras, khususnya antara orang kulit hitan dan kulit putih. Pemerintah federal menyamakan alokasi pendanaan sekolah, menyediakan akses pendidikan bagi orang miskin dan orang cacat.

Tujuan sistem pendidikan di Amerika antara lain :

  1. untuk mencapai kesatuan dalam kebhinekaan
  2. untuk mengembangkan cita-cita dan praktek demokrasi
  3. untuk membantu pengembangan individu
  4. untuk memperbaiki kondisi sosial masyarakat
  5. untuk mempercepat kemajuan nasional

C. Struktur  dan jenis pendidikan di Amerika

Setiap negara bagian menyediakan pendidikan secara gratis selama 12 tahun mulai dari taman kanak-kanak sampai pada jenjang berikutnya. Dalam sistem pendidikan di Amerika Serikat terdapat beberapa pola pendidikan yaitu :

  1. taman kanak-kanak +  pendidikan dasar ”grade” 1-8 + 4 tahun SLTA
  2. taman kanak-kanak + sekolah dasar ”grade” 1-6 tahun + 3 tahun SLTP + 3 tahun SLTA
  3. taman kanak-kanak + sekolah dasar ”grade” 1-4/5 + 4 tahun SLTP + 4 tahun SLTA
  4. setelah menyelesaikan pendidikan tingkat taman kanak-kanak + 12 tahun pada beberapa buah negara bagian dilanjutkan 2 tahun pada tingkat akademi (junior community college)  sebagai bagian dari sistem pendidikan dasar dan menengah

Pada pola pertama seorang siswa menamatkan pendidikan pada umur 17- 18 tahun. Pendidikan khusus mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Disamping itu pendidikan non formal tidak hanya di sponsori oleh badan pemerintah tapi juga badan swasta, serikat buruh-buruh, badan-badan keagamaan serta oleh individu yang kadang kala menjadikannya usaha bisnis.

Pada tingkat pendidikan tinggi, struktur dan jenis/ jenjang pendidikan pada dasarnya dikelompokkan dalam tiga bentuk baik pendidikan tinggi negeri maupun swasta yaitu :

  1. pendidikan tinggi 2 tahun yang lazim disebut junior community atau technical college memberikan sertifikat dan kadang kala memberikan gelar Associate of Arts (AA)
  2. pendidikan tinggi 4 tahun yang menyediakan pendidikan strata 1 (S-1) disamping pendidikan profesional (program diploma) level ini lazim disebut undergraduate tamatan program S-1 diberi gelar Bachelor of Arts (BA) atau Bachelor of Science (BS)
  3. universitas yang biasanya terdiri dari berbagai fakultas yang menyediakan program-program diploma, S-1, pascasarjana S-2 (master) dan kebanyakan menyediakan program doktor S-3. para lulusan program s-2 diberi gelar Master of Arts (MA) atau Master of Science (MS). Lulusan program Doctor (S-3) diberi gelar Doctor of Philosphy (Ph.d) atau Doctor of Education (Ed.D) dalam bidang-bidang tertentu seperti kedokteran, hukum, teologi, bisnis. Pada level S-3 tersedia program-program spesialis.

D. Manajemen pendidikan

1. Otorita

Dalam sejarah pendidikan Amerika Serikat, pendidikan sudah menjadi tanggung jawab pemerintah negara bagian dan masyarakat setempat. Walaupun demikian semenjak 1872 pemerintah telah ikut campur tangan mulai dari memberikan tanah negara guna membangun fakultas dan juga membantu sekolah dengan program makan siang, menyediakan dana bagi veteran dan menyediakan pinjaman bagi mahasiswa.

Semenjak tahun 1979 dibentuk sebuah departemen pendidikan federal yang dipimpin oleh seseorang yang setaraf sekretaris kabinet. Yang memegang tugas melaksanakan kebijakan pemerintah dalam pendidikan. Hampir semua negara bagian memisahkan antara badan yang memberikan izin pendirian pergfuruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Di perguruan  tinggi memiliki struktur pelaksanaan tugas yaitu :

  1. persident
  2. pembantu presiden bidang akademik dan dekan
  3. dekan pascasarjana
  4. pembantu presiden bidang kemahasiswaan
  5. ketua jurusan
  6. registar. registar yaitu orang yang menyimpan segala dokumen kemahasiswaan di universitas
  7. registar pengembangan
  8. senat universitas

2. Personalia

a. Dosen Perguruan Tinggi

ü  kualifikasi dan pengangkatan

Pada dasarnya kualifikasi doctor S-3 merupakan syarat untuk menjadi dosen pada perguruan tiggi di Amerika Serikat.

ü  Kepangkatan

Pangkat dosen perguruan tinggi amerika serikat lazim disebut instuctor, assistant, proffesor, associate proffesor, dan proffesor emeritus, lecturer

b. Guru Pendidikan Dasar dan Menengah

Pengangkatan guru adalah wewenang pemerintah negara bagian yang memiliki syarat untuk untuk memperoleh sertifikat mengajar. Pendidikan guru untuk sekolah dilakukan di tingkat universitas pada tingkat sarjana muda dan guru sekolah lanjutan disiapkan pada tingkat sarjana yang lamanya 4-5 tahun.

3. Pendanaan

Sumber keuangan pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah berasal dari daerah kabupaten dan sumber-sumber lokal lainnya yang sebagian besar berasal dari pajak negara bagian. Anggaran pemerintah federal untuk perguruan tinggi juga meningkat terutama pendidikan kejuruan teknik dan pendidikan bagi orang yang kembali ke kampus untuk belajar.

Pada umumnya , beban biaya pendidikan bagi mahasiswa negeri lebih bera dibanding beban biaya untuk mahasiswa swasta

4. Kurikulum dan Metodologi Pengajaran

Kebiasaan otonomi yang sudah lama dan kuat serta keadaan masyarakat  sangat mempengaruhi bentuk kurikulum serta cara mengajar di Amerika Serikat. Disini tidak ada  kurikulum nasional yang resmi.

Bagian pendidikan negara bagian menggariskan kurikulum dengan tingkat variasi yang cukup besardan memberi peluang pada daerah setempat. Pada awalnya sekolah amerika sangat dipengaruhi oleh agama dan fokus pada keterampilan tulis baca. Semenjak abad ke 19 perhatian terhadap masalah sosial semakin menonjol.

Pada akhir abad ke 19 muncul tuntutan untuk mengubah kurikulum dan metode mengajar dengan mengarahkan perhatian pada kebutuhan muris yang berbeda, serta perhatian terhadap kebutuhan individu. Dengan demikian siswa memiliki peluang yang besar untuk menentukan pilihan. Pertambahan jumlah populasi sekolah yang sangat cepat dan kemajuan iptek menjadi dorongan untuk inovasi-inovasi baru terutama metode pengajaran. Di daerah perkotaan persoalan sosial telah mendorong munculnya mata pelajaran baru yaitu studi etnis, pendidikan lingkungan, pendidikan seks, pendidikan narkoba dan sebagainya. Namun, awal 1980-an ada kecendrungan untuk kembali pada yang lama serta kebutuhan baru atas pendidikan akhir.

Sistem pendidikan di Amerika mempunyai sifat yang khas yang berbeda dari sistem pendidikan di  negara-negara lain. Hal ini terutama karena sistem pemerintahannya yang mendelegasikan kebanyakan wewenang kepada negara bagian dan pemerintahan lokal (distrik atau kota). Amerika tidak memiliki sistem pendidikan nasional yang ada adalah sistem pendidikan dalam artian terbatas pada masing-masing negara bagian. Hal ini berdasarkan padafilosofi bahwa pemerintah (federal/pusat) harus dibatasi perannya, terutama dalam pengendalian kebanyakan fungsi-fungsi publik seperti sekolah, pelayanan sosial dan lain-lain. Karena itu di Amerika dalam pendidikan dasar dan menengah tidak ada kurikulum nasional bahkan tidak ada kurikulum negara bagian. Apa yang ada hanyalah semacam standar-standar kompetensi lulusan yang ditetapkan pemerintahan negara bagian ataupun pemerintahan lokal. Walaupun begitu pemerintah federal (pusat) diberi wewenang terbatas untuk mengintervensi dalam masalah pendidikan bila terkait dengan empat hal yaitu :

  • Memajukan demokrasi
  • Menjamin kesamaan dalam peluang pendidikan
  • Meningkatkan produktivitasnasional
  • Memperkuat pertahanan/ ketahanan nasional.

Bentuk intervensi pemerintahan pusat tidak dalam bentuk penentuan materi ajar tetapi dalam bentuk usulan-usulan maupun program pendanaandengan tujuan-tujuan tertentu.

5. kenaikan kelas, ujian dan sertifikasi

Kenaikan kelas murid-murid sekolah ditentukan oleh daerah setingkat kecamatan atau negara bagain. Dalam prakteknya, anak-anak boleh tinggal kelas dan mengulang lagi apabila performansinya memang tidak memuaskan.

SLTA tidak dituntut untuk ujian resmi akan tetapi kehadiran murid atau siswa serta rapornya yang baik memang menjadi persyaratan untuk memasuki perguruan tinggi negeri.

6. penelitian pendidikan

Pemerintah federal sudah sejak lama mendukung berbagai penelitian pendidikan. Walaupun hanya kira-kira 25 % dana yang disediakan. Penelitian banyak dilakukan pada bidang-bidang yang menjadi masalah orang banyak, serta pendidikan bagi orang miskin dan orang cacat dan penelitian perubahan pengangguran pemerintah serta perbaikan sistem pengajaran

7. akreditasi

Ada dua hal yang menjamin mutu pendidikan yaitu :

a. sikap bahwa mutu dan standar itu penting

b. adanya otonomi lembaga

Proses akreditasi bertujuan untuk mendapat keyakinan bahwa perguruan-perguruan tinggi mempunyai dan mempertahankan standar akademik, dilaksanakan secara baik dan memenuhi syarat ikut dalam program pemerintah.

Di Amerika Serikat sendiri terdapat beberapa lembaga akreditasi baik regional maupun nasional yang mengakreditasi berbagai bidang pendidikan maupun bidang profesional. Tetapi lembaga akreditasi itu tidak terkait dengan pemerintah baik pusat maupun pemerintahan negara bagian. Lembaga akreditasi tersebut memperoleh pengakuan melalui dua lembaga yaitu : council of higher education accreditation (CHEA) dan US. Department of Education.

E. Sekolah Guru di Amerika Serikat

Sekolah di amerika serikat ada 4 macam yaitu :

1. sekolah normal (normal school)

Mengeluarkan guru-guru untuk sekolah rendah, lamapendidikan 4 tahun, yang     diterima disana murid-murid tamatan sekolah rendah. Paling banyak di amerika tetapi telah dihapuskan dan sebahagian dijadikan fakultas guru.

2. fakultas guru (teacher school)

Mengeluarkan guru untuk sekolah menengah

3. jurusan pendidikan di universitas (departemen of education)

Yang dipimpin oleh guru-guru besar seperti dekan dan dosen

4. sekolah atau fakultas pendidikan

Di tengah-tengah fakultas diadakan sekolah atau fakultas khusus untuk pendidikan, maka siswanya diterima sebelum title ilmiah

F. Isu-isu pendidikan

Mungkin banyak orang menganggap bahwa pendidikan di negara besar seperti Amerika serikat sudah mantap dan hampir tidak mempunyai masalah yang berarti. Mereka beranggapan seperti ini karena memiliki alasan yang kuat seperti kestabilan ekonomi dan politik yang sangat berpengaruh terhadap pendidikan. Amerika serikat sendiri telah lama merintis dan melaksanakan sistem pendidikan sehingga banyak negara yang mengirimkan warganya untuk belajar di amerika serikat. Pendidikan di Amerika menerapkan model penerapan konsep sekuler-kapitalisme. Walaupun bukan hanya Amerika saja yang menerapkan konsep sekuler-kapitalisme namun karena saat ini Amerika merupakan negara adi daya maka konsepnya dalam berbagai bidang akan terasa pengaruhnya di negeri lain.

Masalah pendidikan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah amerika serikat adalah :

  1. Dinamika perubahan sosial masyarakat amerika serikat yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir sangat mempengaruhi pendidikan. Mulai dari tingkat pra sekolah sampai ke perguruan tinggi. Sebagai hasil emansipasi yang sejak lama diperjuangkan di amerika. Hampir semua wanita sudah mendapatkan pendidikan yang sama dengan pria dan selanjutnya kebanyakan wanita sudah mendapat tempat yang sangat luas dalam lapangan kerja, baik bagi mereka yang belum berkeluarga maupun yang sudah
  2. Masyarakat Amerika Serikat saat ini dihadapkan pula pada masalah tingkat perceraian keluarga yang sangat tinggi dan mungkin yang tertinggi diantara negara-negara di dunia. Akibatnya adalah makin banyak anak-anak yang hidup atau tinggal dengan satu orang tua (umumnya dengan ibu) yang mau tidak mau harus bekerja untuk hidup mereka.
  3. Sistem pendidikan amerika serikat memiliki berbagai badan-badan resmi yang berfungsi sebagai instrumen monitoring dan evaluasi pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian dan informasi yang dikumpulkan dikethui bahwa kualitas pendidikan amerika serikat mengalami kemunduran yang cukup serius dan hal ini telah menjadi isu yang sangat hangat yang dipublikasikan oleh berbagai media masa sejak tahun 1980-an.

PENDIDIKAN DI JERMAN

A. Latar Belakang

Pada bulan Mei 1945, pemerintah tertinggi negara Jerman berakhir dan menyerahnya Jerman tanpa syarat kepada kekuasaan sekutu. Hanya secara perlahan-lahan hak untuk menentukan hak sendiri kembali diperoleh.dalam tahun 1949,dua negara rival Jerman muncul yaitu pada pendudukan Soviet lahir Republik Demokrasi Jerman (The Germany Democratic Repulsic, GDR), sebuah negara dengan sistem satu partai, dengan ekonomi terpimpin dan pada daerah pendudukan Amerika, Inggris dan Prancis muncul negara Republik Federal Jerman (Federal Republic of Germany,FRG). Membangun negara atas pembedaan regional sudah punya sejarah panjang, kedua negara baru ini melangkah dengan sistem yang berbeda.

Sebagai konsekuensi dari perubahan yang dramatis di Eropa pada akhir tahun 1980-an. Republik demokrasi Jerman menjadi lebur. Lima daerah yang dulu dikenal ”lander” sekarang dihidupkan kembali dan digabungkan kedalam Republik Federal Jerman pada Oktober 1990 yang dalam bentuk negara federal berstatus negara bagian.dengan demikian jerman setelah reunifikasi terdiri dari 16 negara bagian (state). Setelah mengalami masa perkembangan yang lama dan berbeda dalam segmendan asmek masyarakat, termasuk pendidikan, situasi pada awal 1990-an menunjukan keperluan yang mendesak untuk menyamakan tingkat kehidupan dan kondisi kerja pada kedua negara bagian Jerman.

Secara geografis Jerman terletak pada tengah-tengah benua Eropa dengan luas wilayah 356.957 kilometer persegi. Jerman berpenduduk 82 juta lebih dan kira-kira 8% diantaranya tidak berkebangsaan Jerman. Warga negara asing ini mulai berdatangan ke Jerman pada akhir tahun 1950-an ketika negara-negara Eropa selatan mulai merekrut buruh-buruh pekerja tangan. Jumlah yang paling banyak adalah orang Turki, baik yang lahir di Jerman maupun keturunan Turki. Imigran lain masuk ke Jerman sebagai pengungsi karena perang atau karena tekanan ekonomi di negaranya masing-masing. Jenis migran ketiga adalah dari etnis Jerman sendiri (walaupun tidak semuanya berbahasa jerman). Berbeda dengan jenis imigran lain mereka dapat lansung meminta kewarganegarannya sewaktu mereka masuk ke negara Jerman. Oleh karena kesulitan bahasa, baik bagi imigran yang telah lama menetap di Jerman, apalagi mereka yang baru datang, maka hal ini mejadi tantangan bagi sistem pendidikan Jerman.

Jerman bukan negara yang kaya dengan sumber alam dan juga bukan negara yang mampu memenuhi kebutuhan produksi pertanian sendiri. Oleh sebab itu jerman banyak tergantung pada barang-barang impor dan pada barang ekspornya. Posisi jerman sebagai negara tangguh mendapat tantangan berat dalam perdagangan internasional yang membawa dampak terhadap pendidikan. Penelitian dan pengembangan serta pabrik-pabrik dalam usahanya meningkatkan nilai tambah produksinya memerlukan orang-orang dengan standar pendidikan tinggi. Disamping itu perbedaan tingkat pengangguran di Jerman harus dilihat dan dinilai setelah reunifikasi kedua Jerman.

B. Tujuan Pendidikan

Berdasarkan sejarah pendidikan di Jerman berasal dari dua sumber yaitu gereja dan negara. Sudah menjadi tradisi semenjak awal abad pertengahan bahwa gereja selalu terlibat dalam pendidikan, sedangkan the lander (asal mula kekuasaan daerah) selalu pula mengatakan bahwa merekalah yang bertanggungjawab atas pendidikan. Pengumuman resmi wajib belajar pada beberapa daerah semenjak akhir abad ke-17 dapat diangggap sebagai penanda resmi bahwa pendidikan adalah tanggung jawab negara. Semenjak itu, pengaruh gereja secara umum mulai berkurang. Maka masalah pendidikan mulai saat itu terletak terutama pada kekuatan politik, para guru, orang tua siswa/ mahasiswa sebagai kelompok yang langsung terlibat untuk menentukan keadaan pendidikan serta perubahan-perubahan dalam sistem pendidikan.

Pemerintah negara bagian (state) yang sosial demokrat cenderung untuk menempatkan pendidikan sebagai hak azazi dengan penekanan pada: usaha pendidikan itu atas inisiatif sendiri, persamaan dan tindakan pengimbalan, sementara pihak kristen demokrat konservatif menginginkan tujuan dan kegiatan pendidikan itu bersifat kolektif untuk kepentingan masyarakat seperti penyiapan lulusan yang berkualitas.

Dengan hilangnya dasar ideologi yang utama dan sistem politik pun berubah, reunifikasi Jerman memaksa lander jerman timur menyesuaikan sistem pendidikannya dengan struktur yang ada di jerman barat. Maka dalam konstitusi negara (baru) serta dalam pembukaan undang-undang tentang sekolah khusus dan universitas ditetapkan tujuan umum pendidikan dengan tekanan pada pengembangan indivisualitas dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Politik pendidikan dan formulasi tujuan merupakan topik yang hangat dalam kelompok republik demokrasi. Tahun 1949 pejabat administrasi memoloskan undang-undang mengenai pendirian : ”sekolah persatuan demokrasi”. Dengan maksud untuk menghalangi monopoli pendidikan kelas masyarakat golongan atas, dan juga menjamin terbukanya kesempatan bagi masyarakat miskin. Lebih dari 2/3 guru-guru yang bertugas di bawah partai sosialis nasionalis diganti dengan guru-guru yang telah mendapatkan pendidikan jangka pendek. Kecocokan dengan peraturan komunis maka berlangsunglah model soviet seperti prinsip ”pengajaran politeknik” dengan tujuan membentuk pribadi sosial.

Tujuan pendidikan di Jerman yang dinyatakan dalam undang-undang adalah :

1. untuk membentuk individu yang maju secara fisik, moral dan intelektual

2. untuk membentuk manusia yang kreatif secara sosial yang memiliki minat terhadap sajak bagaimana terhadap matematika dan ekonomi.

C. JENIS PENDIDIKAN

a. pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi

Wajib sekolah di Jerman berlaku sembilan tahun atau sepuluh tahun. Dengan normal anak masuk sekolah pada usia enam tahun. Pada akhir abad ke-19 di jerman ada tiga macam sekolah menengah. Yang paling tua adalah gimnasium didirikan pada tahun 1538. von humboldt menetapkan mutu sekolah itu dengan mengadakan ujian negara buat murid-muridnya dan menetapkan syarat ijazah negara buat guru-gurunya.

Jenis kedua dinamakan realgymnasiumyang memusatkan pelajaran pada bahasa latin, ilmu pasti dan ilmu alam. Sebagai pengganti bahasa yunani boleh diajarkan salah satu bahasa eropa modern. Jenis sekolah itu sangat populer di jerman selatan, tidak di prussia. Jenis ketiga ialahober-real-schuleyang tidak mengajarkan bahasa kuno sama sekali, tetapi memberikan pelajaran dalam ilmu pasti, ilmu alam dan bahasa eropa modern. Pada pertengahan abad ke-18 di berlin dibuka sebuah real-schule yang lamanya 6 tahun. Ketika sekolah itu dijadikan 9 tahun, seperti keadaannya dengan sekalian sekolah menengah ketika itu maka ditambahkan istilah ober (tinggi) di depannya dan menjadi ober-real-svhule. Setelah berhasil menyelesaikan ujian pada akhir grade, siswa berhak memasuki perguruan tinggi.

b. pendidikan pra sekolah

pendidikan pra sekolah mempunyai sejarah yang panjang di jerma. Pada abad ke-18 dan 19, muncul lembaga-lembaga untuk mengurus kesejahteraan anak-anak yang membutuhkan yang pada awalnya menyediakan pengajaran agama (injil)

c. pendidikan khusus

pada tahun 1989, baik di jerman timur maupun jerman barat kira-kira 4% siswa tercatat pada lembaga-lembaga yang khusus melayani anak-anak cacat. Disamping itu, jerman timur menjalankan sistem sekolah khusus (spezialschulen) bagi anak-anak yang punya bakat istemewa dalam bidang seni atau olah raga yang jumlahnya kira-kira 1% dari kelompok umur.

d. pendidikan vokasional, teknik dan bisnis

wajib belajar tidak terbatas hanya pendidikan umum saja. Anak-anak yang tamat dengan ijazah pendidikan umum pada tingkat hauptschule dan realschule dan bahkan yang tidak dapat ijazah setelah belajar 9 tahun, harus masuk pendidikan yang secara resmi diakui sebagai persyaratan untuk mendapatkan pekerjaan dan program ini dapat diikuti secara paruh waktu atau purna waktu.

Pendidikan bagi orang dewasa (adult of education) di jerman dikelompokkan pada tiga kategori : umum, vokasional (termasuk teknik dan keuangan) dan politik. Undang-undang federal pada tahun 1972 mendorong partisipasi masyarakat dalam program pendidikan orang dewasa dengan memberikan bantuan keuanagn serta tambahan hari libur (bagi yang bekerja) asalkan mereka mau mengikuti pelajaran vokasional. Kebijakan ini diambil karena kenyataan menunjukkan bahwa dalam keadaan perubahan ekonomi, sosial dan politik yang sangat cepat, setiap orang harus memperbaharui dan meningkatkan kualifikasinya sehingga sesuai dengan tuntutan zaman dan perkembangan masyarakat. Dengan upaya-upaya di atas diperkirakan di Jerman barat kira-kira 40% angkatan kerja mengikuti berbagai bentuk program adult education ini setiap tahun.

e. ujian kenaikan kelas dan sertifikasi

Dengan beberapa pengecualian tes formal pada prinsipnya tidak digunakan untuk menilai keberhasilan anak di sekolah. Pengecualian itu hanya untuk keperluan diagnostik yaitu untukmengidentifikasikan jenis-jenis dyslexia (kesulitan belajar membaca dan menulis karena kondisi pada otak). Pendekatan yang dipakai untuk mengetahui pencapaian murid ialah menyerahkan sepenuhnya kepada guru untuk menyusun tes terulis sendiri ditambah dengan interaksi lisanmurid dan guru selama proses belajar berlangsung.

f. evaluasi

Tidak ada evaluasi nasional yang dilakukan secara teratur mengenai hasil pendidikan. Komponen jerman dalam asosiasi internasional untuk penelitian penilaian pencapaian pendidikan dalam bidang membaca merupakan survey pertama dalam dua decade terakhir yang didasarkan pada sampai probabilitas secara nasional.

D. Manajemen Pendidikan

1. Otorita

Oleh karena konstitusi federal telah menetapkan kewenagan lander atas pendidikan maka beberapa lander membuat berbagai ketentuan dalam konstitusi mereka masing-masing mengenai pengaturan masalah pendidikan dan seluruhnya melalui proses legislatif. Pengaturan itu mencakup penetapan tujuan pendidikan, struktur, isi pengajaran dan prosedur dalam sistem daerah mereka masing-masing. Dalam negara bagian, tanggung jawab pendidikan terletak pada level kementrian kabinet yang sering disebut Kementrian Kebudayaan (kultusministerium) pada negara-negara bagian yang luas daerahnya. Sekolah tidak dikontrol secara langsung oleh kementrian negara bagian tetapi melalui badan administratif regional yang merupakan bagian dari badan eksekutif tanpa pasangan atau counterpart langsung dari pihak legislatif atau DPR. Masyarakat setempat biasanya juga punya tanggung jawab menyediakan infrastruktur yang diperlukan dan ada kalanya juga terlibat dalam pengangkatan staf.

2. pendanaan

Dengan pengecualian pendidikan tinggi, keuangan pendidikan sepenuhnya berada di  tangan lander dan masyarakat setempat. Secara umum, seluruh biaya personil ditanggung oleh pemerintah negara bagian dan infrastruktur oleh masyarakat.

3. personalia

Biasanya, hanya guru-guru gymnasien dan sebagian guru spesialis untuk bidang-bidang yang dididik di tingkat universitas dengan tekanan utama pada bidang keahlian dibandingkan dengan bidang keguruan. Staf pengajar untuk jenis sekolah lain, termasuk berbagai bentuk sekolah vokasional dan teknik memperoleh pendidikan di perguruan tinggi lain dan sering menuntut persyaratan masuk  yang lebih rendah. Kebanyakan sistem yang dualisme seperti ini bertahan di jerman timur sampai tahun 1990. tetapi sejakn tahun 1960-an di Jerman barat pendidikan guru telah dilaksanakan di universitas yang ada dan bahkan sesungguhnya menjadi inti pendirian universitas baru. Terdapat kecendrungan untuk menyamakan berbagai bentuk pendidikan guru di seluruh jerman sehingga dengan kualifikasi yang sama terdapat pula status yang sama. Usaha ini telah berhasil tetapi baru pada negara bagian kecil.

Menteri-menteri pendidikan negara bagian menentukan kurikulum mereka sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mereka melakukan itu melalui tiga jenis instrumen yaitu :

  1. tabel yang menguraikan jumlah jam belajar per minggu serta mata pelajaran sesuai dengan grade dan jenis sekolah
  2. pedoman kurikulum
  3. pemberian wewenang penulisan dan pengadaan buku teks

E. Isu-isu Pendidikan

Masa untuk melakukan reformasi pendidikan yang mendasar di Jerman barat secara resmi berakhir tahun 1975 dengan dibubarkannya dewan pendidikan (council of education) yang mencoba mengimplementasikan sistem pendidikan yang sama sekali baru. Semenjak itu, pemerintahyang konservatif cenderung mempertahankan struktur tripartit pada pendidikan menengah, sementara kementrian yang beraliran sosial demokrat mencoba menerapkan gesamtschule sebagai alternatif, kalau tidak sebagai pengganti sistem tripartit. Namun demikian, ada perubahan yang cukup berarti . Terjadi penurunan jumlah siswa pada hauptschule dan peningkatan jumlah siswa pada tingkat gymnasium. Pendidikan akademik dan sekolah-sekolah kejuruan pada tingkat menengah atas telah semakin paralel, baik karena pengenalan kuliah-kuliah baru yang berorientasi profesional di gymnasium atau karena peningkatan jumlah siswanya atau karena dorongan pengintegrasian beberapa bentuk sekolah menengah atas. Juga terdapat perubahan pada kurikulum universitas pendidikan guru. Pada level pengajaran kelas, metode-metode baru mulai diterima. Hal yang sama terjadi pula dalam bidang kajian-kajian baru seperti pendidikan tentang perdamaian, pendidikan lingkungan dan kajian kewanitaan.

Walaupun tidak semua masalah berhubungan dengan reunifikasi kedua jerman namun yang menjadi pusat persoalan dalam tahun 1990-an adalah kebutuhan untuk memberikan kesempatan dan diragukan lagi masalah ini akan berlangsung sampai awal abad baru. Namun demikian, masih ada harapan  tetapi jelas tidak bisa dipastikan bahwa sumber dana, pengalaman politik dan administratif serta orang-orang yang terlibat menanganinya dianggap mampu mengatasi masalah ini. Tetapi patut juga dicatat bahwa resiko transisi dapat pula merambat pada hilangnya hal-hal positif yang selama ini ada di sistem pendidikan jerman timur seperti sukses mereka dalam menanggulangi siswa-siswa yang lemah atau dalam mempertahankan motivasi siswa yang tinggi untuk mencapai keberhasilan.

Anak-anak imigran yang jumlahnya semakin besar sesungguhnya merupakan tantangan berat bagi pendidikan Jerman termasuk isu “pemberian kesempatan yang sama”. Mencari perimbangan antara kebutuhan integrasi sosial bagi anak-anakcacat dan penyelenggaraan pengajaran yang optimal tetap menjadi fokus pemikiran.

Sistem pendidikan di Jerman terkenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Dari sinilah dilahirkan para ilmuwan atau insinyur kenamaan. Akan tetapi tidak semua penduduk yang bermukim di jerman menikmatinya. Terutama pria remaja berlatang belakang migran yang memiliki citra umum sebagai kelompok yang kalah dan gagal dalam pendidikan di Jerman. Dalam arti, jarang yang mendapat menyelesaikan sekolah menengah atasnya.