Sahabat……….
Dimana engkau?
Disaat aku terpuruk ke jurang yang dalam
Disaat aku terpukul dengan guncangan yang maha dahsyat
Disaat aku berlinangan air mata menatap kehidupanku
Disaat aku tak bisa memandang dunia dan tersenyum padanya
Disaat aku benar-benar lumpuh dengan keadaan seperti ini
Di heningnya malam, ku teringat padamu
Teringat akan kisah kebersamaan denganmu
Kisah canda tawa riang bersamamu
Kehangatan berkumpul berbagi cerita denganmu
Tak bisa dilupakan
Tak bisa diabaikan
Tak bisa dianggap berlalu
Derasnya kucuran air mata setiap malam menjelang
Selalu menjadi pengantar tidurku di malam yang singkat
Kenangan indah bersamamu selalu menghampiri pikirku
Aku yang bahagia berada di sisimu selama ini
Tapi………
Benarkah sekarang engkau lupa akan hadirku
Benarkah sekarang engkau tak lagi mengingatku
Benarkah aku bukan orang terpenting dalam hidupmu lagi
Benarkah aku tak terlintas lagi dalam benakmu
Benarkah aku tak layak lagi berdampingan denganmu
Benarkah aku tak sejalan lagi denganmu
Betapa luluh lantaknya hati ini
Terkoyak begitu keras
Teriris perih
Ketika aku tau engkau tak lagi ingat padaku di saat penting
Ketika aku tau engkau telah meninggalkanku di saat berharga
Ketika aku tau engkau sangat bahagia, disaat air mataku mengalir tiada henti
Terdiam membisu tanpa ada komentar untukmu
Terhenti aliran darah ini mengetahui kabar darimu
Sedih yang kurasa, melunakkan tulang-tulang tubuhku
Sedih yang kurasa, melemahkan sekujur tubuhku
Sedih yang kurasa, tak dapat dilukiskan pasti dengan sebuah kata-kata
Yang ku tau, engkau telah berlari meninggalkan langkah kaki yang tertatih-tatih
Sekarang……
Maafkan aku…..
Luka ini begitu dalam
Hati ini begitu pilu
Tak mampu menatapmu lagi
Tak mampu bicara padamu lagi
Tak mampu membalas pesanmu lagi
Hanya air mata yang mampu ku perlihatkan padamu
Air mata yang mengalir dari bola mataku setiap malam
Karena itulah yang kulakukan setiap malam untuk mengingatmu
Sahabatku tercinta……..
Sri Rahmadhena