Tatapan kosongmu

Buatku sadar

Sadar akan arti hidup

Hidup yang penuh tantangan

Pikirmu yang panjang

Jauh menerawang

Sampai ke lubang terdalam

Buatku semangat menjalani hambatan hidup

Aku merasa kalah

Kalah dengan keteguhanmu

Kalah dengan kesungguhanmu

Di senja usiamu

Kau masih mampu berjuang

Masih mampu berdiri tegak

Dan masih mampu berjalan diatas kerikil tajam kehidupan

Aku malu dengan diriku yang lemah

Tak berdaya dan tak kuasa

Sekarang, kau masih mencoba untuk melangkah

Getir langkahmu buat air mata ku mengalir deras

Tiada kuasa untuk menghentikannya

Menatapmu membuatku rindu kenangan itu

Rindu akan hangatnya dekapanmu

Dekapan yang membuat diriku nyaman di sampingmu

Tak banyak bicara, tapi….

Di setiap untaian kata yang terlontar

Memberi makna terdalam bagiku

Engkau ajarkan padaku arti hidup

Hidup yang panjang

Aku lemah tanpa kehadiranmu

Engkau yang slalu menemaniku dalam meniti kehidupan ini

Dan aku pun terbiasa dengan itu

Namun kini, engkau tiada

Tiada candamu, tiada suka

Engkau tidak lagi mendekapku

Kemana akan ku cari dirimu

Aku benar-benar luka dengan keadaan ini

Yang tinggal hanyalah sepenggal kisah tentangmu

Tapi, aku mengerti kenapa engkau pergi

Engkau hendak menunaikan takdir TuhanMu

Selamat untuk ayahku yang telah berjuang keras demi hidupku

Dan selamat untuk semua ayah-ayah

Yang telah berjuang demi anaknya tercinta

Sri Rahmadhena