Mata kuliah itu bernama perbandingan pendidikan. Di awal perkuliahan begitu bersemangat untuk mengikuti perkuliahan ini karena nama mata kuliah sangat menarik yang membahas pendidikan di belahan dunia dan dibandingkan satu sama lain mengenai kemajuan dan kemunduran. Namun, kekecewaan mulai tumbuh di hari pertama pertemuan dengan seorang perempuan separo baya yang bertugas sebagai assdos alias asisten dosen mata kuliah perbandingan pendidikan tersebut.

Perkenalanpun terjadi hingga memakai 1 jam pelajaran. Sebagaimana lazimnya pertemuan I disetiap mata kuliah dimanfaatkan untuk perkenalan dosen, mahasiswa dan mata kuliah itu sendiri serta pedoman pelaksanaan kuliah selama 1 semester tersebut. Lama dinanti cerita itu tak juga muncul. Kemanakah gerangan????

Akhirnya mulailah sang assdos mengawali ucapan mata kuliah perbandingan pendidikan. Yang terpikir adalah bayangan cerita-cerita mengenai pendiidkan di negeri orang namun, apa yang terjadi????.  Sang assdos mengajak mahasiswa untuk berdiskusi. Diskusi………. siapa yang tak suka diskusi. Diskusi sangat dinanti oleh kebanyakan mahasiswa yang benar-benar ingin menambah wawasan dan mengasah otot lidah untuk berpendapat. Tapi……………….. diskusi pertama mata kuliah perbandingan pendidikan ini bertemakan poligami. Relevankah…………?????

Nantikan ceritaku selanjutnya setelah break tidur berikut ini. Wassalam.

Kembali lagi bersamaku…

Hari pertama itu suatu peristiwa menarik yang tidak akan terlupa bagiku, sahabatku dan assdos itu sendiri. Yaitu, terjadi perdebatan yang cukup panas antara aku, dan sahabatku beserta teman-teman kuliah lainnya dengan argumen assdos itu yang seakan-akan memaksa pendapatnya itu harus diterima tanpa alasan-alasan lain.

bersambung…………..