Akhirnya ku dapat menghirup udara kampus yang telah lama aku dambakan. Kampus hijau yang ku cintai. Setelah 2 bulan q menghirup udara dingin kawasan pinggir kota padang, lubuk minturun. Ya….. disitulah 2 bulan lamanya q bernaung. Negeri dingin nan sejuk dan damai.

12 juli 2009 tepatnya hari senin, q telah memulai hidup baru di negeri yang dikenal dengan kabun lambau. Sedih untuk meninggalkan keluarga yang Q cintai. Namun, apa yang mau dikata, Aq harus melalui hari-hari yang sunyi dengan suara uul cintaQ 2 bulan lamanya.

Q memang masih merasa canggung untuk berpisah dengan keluarga sejak 6 tahun lalu. Karena 6 tahun sebelumnya, Q telah berpisah dengan ortu dan keluarga sehingga membawa oleh2 penyakit sesampai di padang.

Malam yang dingin menyertai tidurQ di hari pertama disini. Di kamar yang penuh dengan travel bag, tas, plastik, kardus dan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Malam ini, sebuah lemari, kasur spring bad, barang-barang yang penuh sesak, dan 3 orang gadis menemani tidurQ.  Walau tak senyenyak tidur di rumah, tapi harus Q lalui karena ini adalah bagian dari studiQ.

Pagi ini, pagi pertama Q berada di lubuk minturun. Pagi yang dingin, hawa sejuk, tuan rumah yang ramah dan lingkungan sekitar tempat tinggal yang nyaman karena merupakan kawasan pertanian.

Disini, ada reni, yanti, idayati, adi, jupri dan tengku mahyuddin rekan-rekan KKN q. Pagi pertama ini, Q dan teman-teman bertugas untuk membersihkan posko tempat tinggal dan sekitarnya. Pagi yang menyenangkan ditemani dengan canda tawa, cahaya sang surya yang sedikit demi sedikit menunjukkan kehangatannya. Hari yang indah dan bersahabat. Inilah kali pertama Q menjalani kehidupan dengan keluarga lain dan kawan-kawan baruku.

Pagi ini kujumpai pemilik rumah mak one, ni en, da feri dan buah hatinya fauzanus hamdi oktoferen. Si kecil yang baru saja berumur 2 tahun.

Ne dia fauzan imut. Bayi lucu nan menggoda tapi pintar lho…. Pagi ne, ketika samurai tengku Mahyuddin siap menebas leher rerumputan yang sudah mulai jangkung, shiren pun siap dengan tangan mulusnya yang siap membelai rerumputan yangg mulai nakal dan liar dimana-mana. Tak ketinggalan buya Adi tanpa peralatan zikirnya memulai melibas habis pengganggu ketentraman kediaman si lumut (lucu imut) fauzan.

TO BE CONTINUED……..