Keheningan suasana malam
Seperti heningnya jiwa ini yang tengah terlelap
Jiwa yang telah lama berkelana dan mengembara
Mencari dan terus melangkah menuju kebahagiaan
Terhenti pada sebuah masa
Masa keheningan tanpa ada gaduh
Tenangnya suasana tak setenang posisi hatiku
Hati yang tersulut api kecemburuan
Terbakar kebohongan
Dihanguskan oleh kemunafikan

Andai engkau menyadari suhu hatiku
Andai engkau memahami diriku
Kau tak akan buat aku seperti ini
Tak kan engkau biarkan aku terluka
Dan buat aku kehilangan arah hidup
Cinta menggila yang melupakan
Cinta yang menghanyutkan jiwa hingga ke lautan bencana
Ada apa dengan hatimu?
Mengapa begitu mudahnya engkau kobarkan amarah membaraku
Tidakkah engkau berfikir akan hatiku yang akan hangus terbakar
Terkelupas dan berdarah karena sikapmu itu?
Dan akhirnya mati terbuang sia-sia

Tulus cintaku berubah amarah
Kekesalan mendalam atas dirimu
Atas perlakuan cintamu padaku
Sayangku berubah kebencian
Aku jauh darimu
Engkau pun mencoba untuk lebih jauh dariku
Lalu mencoba mengoyak hatiku dengan keras
Engkau hadirkan ia padaku
Pengganti cintaku
Tak pernah kau sadari bahwa perkenalan itu air mata bagiku
Air mata darah yang telah engkau coba hadirkan di pipiku

Di tengah tangisan pilu itu
Tak ku batasi penawar luka yang ditawarkan orang yang mengasihiku
Pembawa penukar luka yang berjasa
Ia sembuhkan luka itu dengan indahnya
Hingga air mata darah menjadi tetesan embun
Menyejukkan dan menyehatkan ragaku yang lara
Kini engkau berharap kembali pada lantunan cintaku
Aku tak dapat berkata apa?
Menerimamu kembali tak mungkin karena engkau telah siksa batinku
Menolakmu juga tak sanggup karena engkau cinta terindah bagiku
Sekarang, biarkan aku sendiri tanpamu
Lanjutkanlah perjuangan cintamu pada wanita pilihanmu itu
Buatlah ia bahagia dan berikanlah ketenangan pada jiwanya
Pasangkanlah cincin keabadian di jari manisnya
Seseorang yang engkau datangkan untuk menggantikan aku di hatimu
Di hari sakral itu, lupakan cintaku dan tetaplah menatap padanya
Biarkan aku disini berlumur air mata
Dan kenanglah aku dalam kenangan terakhir
Air mata dalam cincin perkawinanmu dengannya