Maafkan kali ini aku harus jujur. Sebuah kejujuran yang mungkin akan menyakitkanmu. Tak ada niat dalam hatiku untuk menyakitimu. Tapi, aku berada dalam pilihan yang berat. Aku harus menjalani pernikahan yang telah digariskan padaku. Namun, aku tak bisa meninggalkan cintamu yang tulus padaku. Ku tinggalkan engkau disaat engkau terluka. Ku biarkan saat engkau menangis. Tapi, aku tak bisa menahan air mata berpisah denganmu yang telah mencintaiku 2 tahun lalu. Begitu banyak kenangan indah yang tercipta bersamamu. Tak mudah di lupa. Tak dapat dihapus dalam waktu sekejap. Bagaimanapun juga, aku pernah menyayangimu. Aku pernah mencintaimu. Dan aku sangat mengasihimu. Tak mudah bagiku untuk menjalani pernikahan ini. Hidupku selalu dibayangi keberadaanmu yang telah kusakiti selama ini.
Kau harus tau siapa aku sebenarnya karena aku bukanlah orang yang tepat dan terbaik bagimu. Engkau begitu sempurna. Sedangkan aku bukanlah siapa-siapa. Engkau punya tujuan hidup yang terarah sedangkan aku lebih suka dengan kebebasan diri. Aku bukanlah orang yang baik dalam pandanganmu selama ini. Aku adalah orang yang telah pernah menjalani cinta dalam ikatan keluarga. Aku tak mampu mempertahankan ikatan itu. Ikatan yang telah rapuh. Ku kenali dirimu disaat ikatan itu sudah mulai menguat. Namun, itulah salah yang telah ku perbuat padamu. Aku bukan orang terbaik, bahkan aku tak bisa mempertahankan keluargaku sendiri. Sebenarnya, tak ada yang dapat dibanggakan dari diriku ini. Aku telah menjalani hidup dalam masalah yang mungkin tak bisa engkau terima. Karena engkau punya cita-cita dan harapan hidup yang lebih indah jika tidak bersamaku. Ku sadari, aku hanya insan luka dan tak berdaya.
Terpikir dalam benakku tentang cinta terlarang. Aku menanam benih cinta denganmu di saat aku punya ikatan cinta yang resmi dengan orang lain. Tak seharusnya itu ku lakukan. Aku pun tidak bisa mengingkari cintaku padamu. Sebuah cinta terlarang yang selama ini ku pendam. Tak bisa ku ungkap kebenaran ini padamu karena aku juga sangat menyayangimu. Tak ingin engkau lepas dari hidupku. Engkau hadir di saat aku membutuhkanmu.
Jangan salahkan keadaan ini sayang. Tak ada gunanya menyalahkan keadaan atau siapapun. Karena ini semata-mata kesalahanku yang terlalu mencintaimu dan tak ingin engkau pergi jauh dari hidupku. Salah diriku yang terlalu ego dengan keinginanku sendiri tanpa ku pikirkan hatimu yang akan terluka nantinya saat engkau tau siapa aku sebenarnya. Mungkin engkau akan terluka dalam saat engkau tau bahwa aku telah terikat cinta dengan yang lain.
Semua adalah keterbatasanku saja. Keterbatasanku sebagai insan yang lemah tak berdaya. Tak mampu melepas dirimu yang terlarang bagiku. Tak mampu menjadi yang kau mau. Engkau terlalu sempurna bagiku sehingga aku tak sebanding jika berada di sisimu. Telah ku coba untuk menggapai impian sepertimu. Aku mencoba dan aku tak mampu. Aku memang lemah dengan keterbatasanku. Bagiku engkau hanya akan terbebani jika aku yang setia menemanimu. Baiknya engkau bersama orang yang sama seperti dirimu dan punya kekuatan untuk berjuang meraih impian sepertimu.
Tak bisa lagi mencintaimu karena itu. Tak sanggup aku melihat engkau menahan sakit yang akan engkau rasa jika hidup bersamaku. Tak bisa lagi mencintaimu dengan sisi lainku. Engkau akan semakin terluka dengan itu. sedangkan aku tak sanggup menjadi biasa. Sungguh aku tak sanggup. Karena aku sangat menyangimu. Dan aku tidak ingin melihat engkau terluka dan tersiksa sedikitpun apalagi dengan sisi kehidupanku yang tak searah denganmu.
Tak ada satupun yang mungkin bisa terima kau seperti aku. Mereka akan mencelaku jika tetap bersikukuh denganmu. Mereka akan memakiku karena aku tak pantas untukmu. Berada disisimu saja tak layak, apalagi memilikimu. Ku mohon jangan salahkan aku lagi. Jika nantinya mereka akan memisahkan kita. Lebih baik ku akui siapa diriku sebenarnya. Aku bukanlah orang yang baik bagimu. Setelah kau tau siapa aku. Ku mohon jangan salahkan mereka yang telah merahasiakan diriku selama ini. Karena semua ini terjadi atas pintaku. Dan sekarang kau pun tau, ini aku yang sebenarnya. Aku tak sanggup buat engkau semakin terluka. Sekali lagi, maafkan kali ini aku harus jujur. Kejujuran yang membuahkan penyesalan mendalam karena mengenalku.