Demi jiwa yang bertahta di ragaku, ku ingin desiran angin malam menyampaikan pesan kasih sayang pada orang yang ku kasihi selama ini. Berharap ia mengerti dengan apa yang merasuk ke dalam batinku di setiap langkah gerak hidupku yang teramat kelabu.

Mengerti dengan apa yang menjalar ke dalam aliran darahku yang mulai membeku.  Mengertilah bahwa engkau telah menggoyahkan tiang pembatas rasa dihatiku. Merobohkan tembok penghalang cinta. Dan menanam setumpuk benih cinta yang menumbuhkan pohon kerinduan yang merindangkan hati pemiliknya. Harapan yang menggelayuti pikirku dalam 1 tahun mengenalmu. Harapan yang membawa aku ke dalam mimpi terindah dalam hidupku.

Pagi pun menjelang, mentari beranjak dari peraduannya. Menyapa insan yang tak berhenti mencari. Demi menggapai sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan yang tiada ternilai dengan sebuah materi. Tak terbayar oleh sejumlah kemewahan. Kebahagiaan hakiki. Aku pun terbangun dari mimpi indah dan panjang. Berusaha menapaki jalan kehidupan yang nyata. Ku dapati engkau begitu mengasihiku teramat tulus. Mengasihi layaknya aku yang teristimewa dalam hidupmu.

Mengenalmu sebuah keberuntungan bagiku. Berjuang denganmu menambah semangat hidupku. Menjalani hari denganmu sebuah kebahagian yang mendalam bagiku. Sungguh engkau membuat semangat hidupku. Menjadikan aku sebagai orang yang beruntung. Orang yang mendapat segala kebahagian. Namun, apakah ini benar2 kebahagiaan? Tidakkah ini fatamorgana?