Kita bukan siapa-siapa. Kita hanya hamba yang lemah untuk dapat berbuat angkuh. Selalu meminta dan beharap lebih namun, usaha tak ada. Kita tak berarti apa-apa di mata-Nya jika kita berbuat sombong dan angkuh. Ia yang punya kerajaan langit dan bumi tak serta merta semena-mena terhadap makhluk-Nya. Lalu kenapa kita makhluk-Nya begitu sombong dan angkuh.

Kemudian setelah kesombongan itu menjalari nadi-nadi. Timbullah rasa ingin memiliki segala-galanya alias rakus. Tak cukup satu. Ingin sesuatu yang lebih. Dan setelah keinginan terpenuhi, air mata mengalir begitu deras ketika semua yang kita pikir itu adalah milik kita hilang. Padahal sebenarnya sesuatu yang kita miliki itu tidak hilang melainkan kembali pada Dia pemilik kerajaan langit dan bumi tadi.  Jadi, jangan tangisi apa yang ada setelah semuanya kembali pada-Nya.